Perempuan dan Aisyah

aku berangkat dengan hati terkeping tangismu, Aisyah...
Pelukan malam serta luapan kasih sepanjang mandi dan sarapan tak meredakan hendakmu melepasku...
Aku 'ibu bekerja' , suatu saat kau tahu apa artinya...

Sabarlah, ibu yang mengeloni mu di rumah...juga Ibu pekerja nak..
dia meninggalkan sekeping jantungnya jauh lebih awal dariku
Besabarlah dengan perpisahan...ini pelajaran hidup..bagimu dan bagi kita perempuan

Perempuan memang harus bersabar dengan kenyataaan...
lihat dipesta kawinan kemaren, nak....
Pengantin wanita didandani lebih lama, dipoles lebih tebal digelayuti apa saja lebih berat dari pasangannya
untuk memuaskan kehendak tamu, kehendak zaman atau kehendak nalurinya sendiri.....
Pengantin wanita dipuja sehari, itulah titik terakhir dia memiliki dirinya....
Setelah itu..... seseorang berkata "Kau milikiku"
maka mengertilah dengan kata itu secepat mungkin, pahamlah akan makna nya sesegera dan searif mungkin
karena dari kata itulah keutuhan hidup akan berotasi normal.....

Maka anakku, nikmatilah perpisahan kita ini...
Nanti aku akan pulang untukmu...
setelah kau cukup dewasa aku kan memintamu menjadi perempuan bagi perempuan lain...
berbuatlah untuk perempuan lain ....meski kadang harus melalui pertarungan yang menyakitkan dengan laki-laki.....

Maka jangan menangis lagi, adinda Aisyah
karena kau perempuan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar